sumber gambar: google.com |
Seorang Bapak meminta izin kepada Ustadznya bahwa ia tidak bisa mengikuti pengajian malam itu karena ada bisnis ke luar daerah. Saat pengajian, Sang Ustadz melihat Bapak tadi yang rupanya tidak jadi pergi untuk urusan bisnis. Selepas pengajian, Sang Ustadz (U) berdialog dengan Si Bapak (B)
U : (Salam) "Lho Pak, nggak jadi pergi?"B : (Jawab salam) "Jadi Ustadz, hanya saja saya balik lagi"U : "Ohh, ada apa Pak kok kembali lagi?"B : "Saya mendapat pelajaran yang sangat berharga, Ustadz, jika dibanding dengan urusan bisnis? Saat saya berada di tengah perjalanan, saya menemui kejadian yang sangat berkesan di hati saya. Di pinggiran jalan ada seekor burung dengan kondisi yang memprihatinkan. Kaki dan sayapnya terluka sehingga ia tidak bisa bergerak apalagi terbang. Saya bertanya dalam hati bagaimana burung ini mencari makan? Tak lama kemudian, hinggaplah seekor burung lain di dekat burung yang terluka tadi. Yang membuat takjub, ia tidak saja membawa makanan, namun juga menyuapkannya ke mulut burung yang terluka tadi. Saya kemudian membatin, begini rupanya Tuhan memberi rezeki kepada makhluk-Nya. Saya tambah yakin bahwa memang rezeki semua makhluk sudah diatur sama Tuhan seperti burung yang luka itu. Itulah Ustadz yang menyebabkab saya kembali pulang!"U : "Pak, memang benar bahwa Tuhan sudah mengatur rezeki semua makhluk-Nya. Namun mengapa Bapak mengambil contoh burung yang luka, mengapa Bapak tidak meniru burung yang satunya? Ia tidak saja mencari rezeki untuk dirinya sendiri namun juga untuk yang lain?"B : "?????!!!!!"
********
Petikan bebas dari ceramah Ust. Aqib Junaid di Masjid Al-Mukminun, samping rumah (21/4)